Duka-Mu Abadi

Duka Mu Abadi Kumpulan duka Mu abadi adalah suatu perkembangan baru pembebasan dan penemuan kembali atas berbagai pengalaman manusiawi sehingga menjadi sajak yang indah membebaskan hati sambil menjadikannya sed

  • Title: Duka-Mu Abadi
  • Author: Sapardi Djoko Damono
  • ISBN: 979306224X
  • Page: 384
  • Format: Paperback
  • Kumpulan duka Mu abadi adalah suatu perkembangan baru, pembebasan, dan penemuan kembali atas berbagai pengalaman manusiawi sehingga menjadi sajak yang indah, membebaskan hati, sambil menjadikannya sedih.Kumpulan ini pertama kali dilakukan oleh pelukis Jeihan dari karya karya penulis yang tersebar di berbagai media tahun 1969.Isinya berupa 43 puisi puisi yang ditulis pada tKumpulan duka Mu abadi adalah suatu perkembangan baru, pembebasan, dan penemuan kembali atas berbagai pengalaman manusiawi sehingga menjadi sajak yang indah, membebaskan hati, sambil menjadikannya sedih.Kumpulan ini pertama kali dilakukan oleh pelukis Jeihan dari karya karya penulis yang tersebar di berbagai media tahun 1969.Isinya berupa 43 puisi puisi yang ditulis pada tahun 1967 dan tahun 1968.

    PDF Download Duka Mu Abadi by Sapardi Djoko Damono Duka Mu Abadi by Sapardi Djoko Damono Kumpulan duka Mu abadi adalah suatu perkembangan baru, pembebasan, dan penemuan kembali atas berbagai pengalaman manusiawi sehingga menjadi sajak yang indah, membebaskan hati, sambil menjadikannya sedih. Best Read Sapardi Djoko Damono Duka Mu Abadi Duka Mu Abadi by Sapardi Djoko Damono Kumpulan duka Mu abadi adalah suatu perkembangan baru, pembebasan, dan penemuan kembali atas berbagai pengalaman manusiawi sehingga menjadi sajak yang indah, membebaskan hati, sambil menjadikannya sedih. Duka Mu Abadi by Sapardi Djoko Damono Kumpulan duka Mu abadi adalah suatu perkembangan baru, pembebasan, dan penemuan kembali atas berbagai pengalaman manusiawi sehingga menjadi sajak yang indah, membebaskan hati, sambil menjadikannya sedih. Duka Mu Abadi PDF Download by Sapardi Djoko Damono Duka Mu Abadi Sapardi Djoko Damono May , Duka Mu Abadi Kumpulan duka Mu abadi adalah suatu perkembangan baru pembebasan dan penemuan kembali atas berbagai pengalaman manusiawi sehingga menjadi sajak yang indah membebaskan hati sambil menjadikannya sed PDF Download Duka Mu Abadi by Sapardi Djoko Damono Duka Mu Abadi Posted on May , May , by Sapardi Djoko Damono Duka Mu Abadi Kumpulan duka Mu abadi adalah suatu perkembangan baru pembebasan dan penemuan kembali atas berbagai pengalaman manusiawi sehingga menjadi sajak yang indah membebaskan hati sambil menjadikannya sed Duka Mu Abadi Sapardi Djoko Damono pattiwest Duka Mu Abadi Sapardi Djoko Damono May , Duka Mu Abadi Kumpulan duka Mu abadi adalah suatu perkembangan baru pembebasan dan penemuan kembali atas berbagai pengalaman manusiawi sehingga menjadi sajak yang indah membebaskan hati sambil menjadikannya sed Puisi Duka Mu Abadi Karya Sapardi Djoko Damono Duka Mu Abadi Dukamu adalah dukaku Air matamu adalah air mataku Kesedihan abadimu Membuat bahagiamu sirna Hingga ke akhir tirai hidupmu Dukamu tetap abadi. Jumaldi Alfi Duka Mu abadi Available for Available for sale from STPI, Jumaldi Alfi, Duka Mu abadi , Soft ground etching, hard ground etching and aquatint on Fabriano % cotton paper, Jumaldi Alfi Duka Mu abadi STPI x The Corner The Corner Shop STPI is a retail space in the STPI Gallery offering a wide range of products, from artworks produced by artists in collaboration with the STPI Creative Workshop, to scholarly art catalogues, STPI merchandise, and bargain magazines. Buku DUKA MU ABADI SAPARDI DJOKO Mizanstore Kumpulan duka Mu abadi adalah suatu perkembangan baru, pembebasan, dan penemuan kembali atas berbagai pengalaman manusiawi sehingga menjadi sajak yang indah, membebaskan hati, sambil menjadikannya sedih.

    • Best Read [Sapardi Djoko Damono] ↠ Duka-Mu Abadi || [Contemporary Book] PDF ó
      384 Sapardi Djoko Damono
    • thumbnail Title: Best Read [Sapardi Djoko Damono] ↠ Duka-Mu Abadi || [Contemporary Book] PDF ó
      Posted by:Sapardi Djoko Damono
      Published :2019-02-24T20:07:06+00:00

    About "Sapardi Djoko Damono"

    1. Sapardi Djoko Damono

      Riwayat hidupMasa mudanya dihabiskan di Surakarta Pada masa ini ia sudah menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah majalah Kesukaannya menulis ini berkembang saat ia menempuh kuliah di bidang bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Sejak tahun 1974 ia mengajar di Fakultas Sastra sekarang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun Ia pernah menjadi dekan di sana dan juga menjadi guru besar Pada masa tersebut ia juga menjadi redaktur pada majalah Horison , Basis , dan Kalam.Sapardi Djoko Damono banyak menerima penghargaan Pada tahun 1986 SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award Ia juga penerima penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003 Ia adalah salah seorang pendiri Yayasan Lontar.Karya karyaSajak sajak SDD, begitu ia sering dijuluki, telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa Sampai sekarang telah ada delapan kumpulan puisinya yang diterbitkan Ia tidak saja menulis puisi, tetapi juga menerjemahkan berbagai karya asing, menulis esei, serta menulis sejumlah kolom artikel di surat kabar, termasuk kolom sepak bola.Beberapa puisinya sangat populer dan banyak orang yang mengenalinya, seperti Aku Ingin sering kali dituliskan bait pertamanya pada undangan perkawinan , Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulah si Telaga, dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari Kepopuleran puisi puisi ini sebagian disebabkan musikalisasi terhadapnya Yang terkenal terutama adalah oleh Reda Gaudiamo dan Tatyana tergabung dalam duet Dua Ibu Ananda Sukarlan pada tahun 2007 juga melakukan interpretasi atas beberapa karya SDD.Berikut adalah karya karya SDD berupa kumpulan puisi , serta beberapa esei.Kumpulan Puisi Prosa Duka Mu Abadi , Bandung 1969 Lelaki Tua dan Laut 1973 terjemahan karya Ernest Hemingway Mata Pisau 1974 Sepilihan Sajak George Seferis 1975 terjemahan karya George Seferis Puisi Klasik Cina 1976 terjemahan Lirik Klasik Parsi 1977 terjemahan Dongeng dongeng Asia untuk Anak anak 1982, Pustaka Jaya Perahu Kertas 1983 Sihir Hujan 1984 mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia Water Color Poems 1986 translated by J.H McGlynn Suddenly the night the poetry of Sapardi Djoko Damono 1988 translated by J.H McGlynn Afrika yang Resah 1988 terjemahan Mendorong Jack Kuntikunti Sepilihan Sajak dari Australia 1991 antologi sajak Australia, dikerjakan bersama R F Brissenden dan David Broks Hujan Bulan Juni 1994 Black Magic Rain translated by Harry G Aveling Arloji 1998 Ayat ayat Api 2000 Pengarang Telah Mati 2001 kumpulan cerpen Mata Jendela 2002 Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro 2002 Membunuh Orang Gila 2003 kumpulan cerpen Nona Koelit Koetjing Antologi cerita pendek Indonesia periode awal 1870an 1910an 2005 salah seorang penyusun Mantra Orang Jawa 2005 puitisasi mantera tradisional Jawa dalam bahasa Indonesia Musikalisasi PuisiMusikalisasi puisi karya SDD sebetulnya bukan karyanya sendiri, tetapi ia terlibat di dalamnya Album Hujan Bulan Juni 1990 dari duet Reda dan Ari Malibu Album Hujan Dalam Komposisi 1996 dari duet Reda dan Ari Album Gadis Kecil dari duet Dua Ibu Album Becoming Dew 2007 dari duet Reda dan Ari Malibu satu lagu dari Soundtrack Cinta dalam Sepotong Roti , berjudul Aku Ingin, diambil dari sajaknya dengan judul sama, digarap bersama Dwiki Dharmawan dan AGS Arya Dwipayana, dibawakan oleh Ratna Octaviani.Ananda Sukarlan pada Tahun Baru 2008 juga mengadakan konser kantata Ars Amatoria yang berisi interpretasinya atas puisi puisi SDD.Buku Sastra Lisan Indonesia 1983 , ditulis bersama Subagio Sastrowardoyo dan A Kasim Achmad Seri Bunga Rampai Sastra ASEAN.

    704 thoughts on “Duka-Mu Abadi”

    1. Membaca kumpulan puisi ini kembali seolah disodorkan sesuatu yang sudah saya tahu hanya dikemas ulang. Kebetulan bapak punya kumpulan puisi ini berjudul sama terbitan 1969. Sudah baca juga dan rasanya isinya sama saja. Hanya di kemasan kali ini hadir pula bonus 4 lagu musikalisasi puisi dari Sapardi DD. Puisi-puisi Sapardi memang kerap sekali digubah menjadi musikalisasi puisi dan enggak kalah ciamik juga jadinya. Mendapatkan buku ini kembali dikemas dengan segar ditambah bonus cd lagu dan 5 jud [...]


    2. Membaca kumpulan puisi ini di burjo. Di depan saya ada asbak yang di atasnya ada bungkus makroni. Lalu ada teteh-teteh yang keliru menyajikan saya torabika padahal yang saya pesan coffemix.Membaca puisi-puisi di buku ini membuat saya hadir di dalam suasana yang sepi. Di otak saya berlalu-lang gambar-gambar dari setiap baris yang ditulis Sapardi. Secara bebunyian pun puisi ini enak untuk dibaca.


    3. "duka-MU abadi" adalah buku kumpulan puisi pertama Pak Sapardi, yang berisi puisi-puisi beliau yang ditulis pada 1967-1968. Sebenarnya buku ini saya beli dalam rangka mencari teks untuk lagu yang (waktu itu) akan dikomposisi oleh Mas Ananda Sukarlan. Dibeli bukan karena ini kumpulan puisi yang terbaik dari Pak Sapardi (terus terang, saya juga tidak terlalu tahu banyak tentang karya-karya beliau), tapi lebih karena buku ini memuat "Sonet: Hei! Jangan kaupatahkan" yang telah dimusikalisasi oleh AS [...]


    4. Buku pertama Spaardi Djoko damono yang kubacaya menyukai serial sonnet, hujan, dan berjalan di belakang iringan jenazah. yang terakhir ini sunguh simple namun menerenyuhkan untuk tidak bilang horror dalam bentuk yang indahngguh pengantar ke kecintaan pada karya karya sapardi berikutnya


    5. Aku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan kata yang tak sempat diucapkankayu kepada api yang menjadikannya abuAku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan isyarat yang tak sempat disampaikanawan kepada hujan yang menjadikannya tiada


    6. Buku setipis ini ternyata meninggalkan kesan yang tebal.If I could have a rationalization for every brokenhearted,then I will tell the same thing as he wrote,"Dukamu abadi."


    7. Kalau sudah baca kumpulan sajak Hujan Bulan Juni, saya sarankan untuk mempertimbangkan kembali pilihan untuk membeli buku ini.Seperti di review-review sebelumnya, goresan-goresan di buku ini kebanyakan telah termuat di buku Hujan Bulan Juni. Hanya beberapa tambahan puisi baru dan CD Musikalisasi Puisi (yang sejujurnya mengecewakan saya) Memang, puisi SDD ketika dimusikalisasikan akan jauh lebih mempesona dibandingkan dibaca saja, namun (menurut saya) tidak dengan yang di CD.Sejauh ini, puisi yan [...]




    8. Kusapa duka-Mu jua, yang dahulu yang meniupkan zarah ruang dan waktu yang capai menyusun Huruf. Dan terbaca: sepi manusia, jelaga (3)Barangkali kita tidak perlu tua dalam tanda tanya (11)


    9. tetep indah. dan dari semua cetakan ulang buku puisi sapardi, sebenarnya yang paling kutunggu adalah buku ini karena konon ini yang paling kueren. dan emang bener sih


    10. SAJAKpergilah kerna malam sudah reda. Kau menolehkuke padang mana lagi, ke laut(mencapai sunyi)tapi sudah tiba saatnya, berdukalah



    11. bukannya tidak bagus. Tapi entah kenapa belum 'kena' di gue. Nanti kalau dibaca ulang 2-3 kali (atau lebih), mungkin akan lebih paham maknanya~~~



    12. Sebelum "Aku Ingin", sebelum "Hujan Bulan Juni", ada "Duka-Mu Abadi".Dalam buku ini, kita dapat melihat ciri khas Sapardi yang kita kenali lewat sajak-sajaknya yang populer. Ibarat pelukis, Sapardi adalah penyair beraliran impresionis. Pengalaman-pengalaman yang terasa biasa saja bagi orang-orang kebanyakan seperti cahaya matahari, hujan gerimis, atau bunga mekar berwarna-warni di taman adalah pengalaman yang sangat intens bagi Sapardi. Hal ini terlihat dari diksi yang digunakan untuk menggambar [...]


    13. Baca buku Duka-Mu Abadi setelah baca Mata Jendela rasanya kayak deja vu.Soalnya ada beberapa puisi dari Mata Jendela yang ada dalam buku ini juga.Puisi-puisi Sapardi bukan tipe meledak dan menikam. Melainkan menghanyutkan.Dan ketika membaca buku ini, waktu serasa membeku.Maksudku, puisinya menceritakan sebuah momen, yang barangkali hanya berlangsung sekian detik dan saat itu juga, yang selama ini tidak pernah kuperhatikan.Atau lebih tepat, membaca puisi-puisi Sapardi seperti sedang menatap dan m [...]



    14. Buku kumpulan sajak Sapardi Djoko Damono tahun 1967-1968, kegelisahan yang nyata dan menyentuh tergambar dengan indah dalam tulisan-tulisannya. Ah, sulit diungkapkan. Silahkan baca sendiri :)




    15. Tipis, namun membuat saya tapol, dan merasa kesusahan membacanya, Sapardi membuat saya seperti anak kecil 3tahunan yang belajar membaca.



    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *