Salim: Pelukis Indonesia di Paris

Salim Pelukis Indonesia di Paris Kepada Sutan SjahrirKepada Sutan SjahsamEnam puluh tahun tinggal di Perancis telah membentuk hidup dan alam pikiranku Aku berpikir dalam bahasa Perancis Perancis menjadi negeriku Tapi apakah aku masih

  • Title: Salim: Pelukis Indonesia di Paris
  • Author: Ajip Rosidi
  • ISBN: 979914316X
  • Page: 229
  • Format: Hardcover
  • Kepada Sutan SjahrirKepada Sutan SjahsamEnam puluh tahun tinggal di Perancis telah membentuk hidup dan alam pikiranku.Aku berpikir dalam bahasa Perancis Perancis menjadi negeriku Tapi apakah aku masih seorang Indonesia Ya, aku orang Indonesia.Aku warganegara Indonesia dengan paspor Republik Indonesia.Sering aku memikirkan Indonesia dengan penuh kenangan dan kesedihan.InKepada Sutan SjahrirKepada Sutan SjahsamEnam puluh tahun tinggal di Perancis telah membentuk hidup dan alam pikiranku.Aku berpikir dalam bahasa Perancis Perancis menjadi negeriku Tapi apakah aku masih seorang Indonesia Ya, aku orang Indonesia.Aku warganegara Indonesia dengan paspor Republik Indonesia.Sering aku memikirkan Indonesia dengan penuh kenangan dan kesedihan.Indonesia begitu jauh, sangat jauh dari impian kita pada tahun 1930 an, pada masa pertemuan pertemuan di Gedung Nasional di Gang Kenari Indonesia, tumpah darah kemerdekaan, keadilan dan kejujuran.Aku terkenang kepada mereka yang sudah tiada Ibu Radna Tanzil, Djohan Sjahruzah, Hazil, Ilham.Aku terkenang kepada pertemuan dengan orang orang yang sederhana Kusir dokar di Tegal yang mula mula terkejut mendengar bahwa aku hendak melihat lihat pemandangan, namun lalu mafhum akan apa yang kumaksud, dan berkata Mari kita melihat lihat kampung yang cantik Dan kemudian ketika dia mau mengganti kudanya, mengundangku ke rumahnya untuk menghirup semangkuk kopi Tegal, Tegalku sayang, sumber inspirasiku yang tak kunjung kering.Aku terkenang kota Sete Saya menjadi amat populer di situ, bahkan diangkat menjadi warga kehormatan Sete adalah kotaku Penduduknya adalah keluargaku.Aku terkenang akan mereka yang menolongku waktu aku dalam kesukaran yang amat sangat Keluarga di kampung yang menyewakan kamar sempit kepadaku yang begitu aku keluar dari rumah sakit, tak punya uang sepeser pun, meminta agar aku tetap tinggal bersama mereka Untuk tiga bulan mereka memberiku atap untuk berteduh dan ranjang untuk berbaring, memberiku makan dan mencuci pakaianku.Aku terkenang kepada Ibu Marie Leduc pekerja sederhana dan suaminya Edmond, sopir taksi dan isterinya Suzane, bidan Jean, dokter semua yang dengan sepenuh hati telah membantuku.Biarlah Indonesia pada suatu saat kelak menemukan jalan menuju impian kita, impian di Gedung Nasional Gang Kenari.Insya AllahdSalim

    • Free Download [Poetry Book] ↠ Salim: Pelukis Indonesia di Paris - by Ajip Rosidi ì
      229 Ajip Rosidi
    • thumbnail Title: Free Download [Poetry Book] ↠ Salim: Pelukis Indonesia di Paris - by Ajip Rosidi ì
      Posted by:Ajip Rosidi
      Published :2019-06-05T05:39:20+00:00

    About "Ajip Rosidi"

    1. Ajip Rosidi

      Ajip Rosidi dibaca Ayip Rosidi mula mula menulis karya kreatif dalam bahasa Indonesia, kemudian telaah dan komentar tentang sastera, bahasa dan budaya, baik berupa artikel, buku atau makalah dalam berbagai pertemuan di tingkat regional, nasional, maupun internasional Ia banyak melacak jejak dan tonggak alur sejarah sastera Indonesia dan Sunda, menyampaikan pandangan tentang masalah sosial politik, baik berupa artikel dalam majalah, berupa ceramah atau makalah Dia juga menulis biografi seniman dan tokoh politik Pendidikan formalnya SD di Jatiwangi 1950 , SMP di Jakarta 1953 dan Tainan Madya di Jakarta tidak tamat, 1956 , selanjutnya otodidak.Ia mulai mengumumkan karya sastera tahun 1952, dimuat dalam majalah majalah terkemuka pada waktu itu seperti Mimbar Indonesia, Gelanggang Siasat, Indonesia, Zenith, Kisah dll Menurut penelitian Dr Ulrich Kratz 1988 , sampai dengan tahun 1983, Ajip adalah pengarang sajak dan cerita pendek yang paling produktif 326 judul karya dimuat dalam 22 majalah.Bukunya yang pertama, Tahun tahun Kematian terbit ketika usianya 17 tahun 1955 , diikuti oleh kumpulan sajak, kumpulan cerita pendek, roman, drama, kumpulan esai dan kritik, hasil penelitian, dll baik dalam bahasa Indonesia maupun Sunda, yang jumlahnya kl seratus judul.Karyanya banyak yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, dimuat dalam bungarampai atau terbit sebagai buku, a.l dalam bahasa Belanda, Cina, Inggris, Jepang, Perands, Kroatia, Rusia, dll Bukunya yang dalam bahasa Sunda, a.l Kanjutkundang bungarampai sastera setelah perang disusun bersama Rusman Sutiasumarga, 1963 , Beber Layar 1964 , Jante Arkidam 1967 , DurPanjak 1967 , Ngalanglang Kusastran Sunda 1983 , Dengkleung De ngde k 1985 , Polemik Undak usuk Basa Sunda 1987 , Haji Hasan Mustapajeung Karya karyana 1988 , Hurip Waras 1988 , Pancakaki 1996 , Cupumanik Astagina 1997 , Eundeuk eundeukan 1998 , Trang trang Kolentrang 1999 , dll.Ia juga mengumpulkan dan menyunting tulisan tersebar Sjafruddin Prawiranegara 3 jilid dan Asrul Sani Surat surat Kepercayaan, 1997 Ketika masih duduk di SMP men jadi redaktur majalah Suluh Pelajar Suluh Peladjar 1953 1955 yang tersebar ke seluruh Indonesia Kemudian men jadi pemimpin redaksi bulanan Prosa 1955 , Mingguan kemudian Majalah Sunda 1965 1967 , bulanan Budaya Jaya Budaja Djaja, 1968 1979 Mendirikan dan memimpin Proyek Penelitian Pantun dan Folklor Sunda PPP FS yang banyak merekam Carita Pantun dan mempublikasikannya 1970 1973.Sejak 1981 diangkat menjadi gurubesar tamu di Osaka Gaikokugo Daigaku Universitas Bahasa Asing Osaka , sambil mengajar di Kyoto Sangyo Daigaku 1982 1996 dan Tenri Daignku 1982 1994 , tetapi terus aktif memperhatikan kehi dupan sastera budaya dan sosial politik di tanahair dan terus menulis Tahun 1989 secara pribadi memberikan hadiah sastera tahunan Rancage yang kemudian dilanjutkan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage yang didirikannya.

    888 thoughts on “Salim: Pelukis Indonesia di Paris”


    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *